Pengetahuan

Proses pemurnian gas buang

Aug 30, 2024 Tinggalkan pesan

 

 

Dalam proses produksi industri kimia, pasti akan muncul limbah bahan berbahaya dan beracun, serta terdapat zat yang mudah terbakar, meledak, dan zat radioaktif yang korosif dan mudah menular. Zat-zat ini tidak hanya menyebabkan bahaya besar bagi tubuh manusia, tetapi juga berdampak besar pada lingkungan alam. Oleh karena itu, mengurangi risiko zat-zat berbahaya ini dan melakukan perawatan yang bebas polusi adalah masalah terpenting yang perlu dipecahkan dalam teknik kimia.

 

Tujuan dari proses pemurnian gas buang adalah untuk memastikan bahwa emisi gas buang memenuhi standar. Secara umum, proses pemurnian gas buang memerlukan penggunaan 7 jenis sistem pemurnian, meliputi: pemanasan ulang dan emisi gas buang, sistem pembuangan asam basah, SCR suhu rendah, pengumpul debu kantong, menara reaksi tipe kering, menara pendinginan semi-kering, sistem pemanfaatan panas buang (SCNR internal). Teknologi ini dapat memastikan bahwa nilai emisi berbagai faktor pencemaran, meliputi asap, gas asam, logam berat, dan dioksin, memenuhi standar, sehingga mencapai indikator pengendalian pencemaran yang memenuhi standar nasional yang relevan.

 

Sistem pemanfaatan panas buang: SCNR terintegrasi: Teknologi denitrifikasi reduksi non-katalitik selektif, yang mengurangi nitrogen oksida (NOx) menjadi nitrogen dan air dengan menyuntikkan zat pereduksi seperti amonia ke dalam gas buang, dan efek denitrifikasi dapat mencapai sekitar 40%.

 

Boiler panas limbah: Memanfaatkan gas buang suhu tinggi yang dihasilkan oleh pembakaran untuk memanaskan air dan menghasilkan uap, yang dapat digunakan untuk pembangkitan listrik atau pemanas, sehingga mengurangi biaya pengoperasian dan konsumsi energi.

 

Peralatan bantu: termasuk superheater, ekonomizer, dll., yang digunakan untuk meningkatkan suhu dan tekanan uap serta meningkatkan efisiensi pemanfaatan energi.

 

 

Kirim permintaan